Kumpulan Reportase Terbaik 2011

APA beda antara suatu liputan yang menggigit dengan liputan yang biasa-biasa saja? Tentu saja ketika kita membaca liputan yang menggigit, kita akan merasakan suatu torehan yang membekas dalam diri pembacanya, dan ketika membacanya kita pun akan kembali terhibur membaca liputan yang bernas, dilakukan dengan keberanian para jurnalisnya, dan menunjukkan fungsi media yang sesungguhnya, sebagai penjaga kepentingan publik.

Sebaliknya liputan yang biasa-biasa saja memang tak layak dibaca kembali, atau ketika membaca lagi kita akan merasakan betapa datarnya tulisan tersebut, dan kita mungkin akan menemukan sejumlah kekurangan dari liputan tersebut. Pendeknya, liputan yang biasa-biasa tak patut dibaca kembali ataupun dikoleksi kembali.

Buku ini merupakan kumpulan dari berbagai liputan menggigit yang dihasilkan dari kompetisi Mochtar Lubis Award pada tahun 2011, tahun keempat pelaksanaannya. Tak mudah untuk mengumpulkan karya-karya liputan terbaik yang datang dari berbagai penjuru Indonesia, dan kita akan menikmati kelincahan, keuletan dan ketegasan liputan aneka topik yang dilakukan oleh berbagai jurnalis dari aneka media.

Kita akan bersyukur bahwa masih banyak liputan menarik yang dihasilkan para wartawan terbaik di Indonesia saat ini, dan sebagian besar dari mereka mengartikulasikan kepentingan publik dalam liputan mereka, mulai dari masalah banjir, angkutan umum, masalah sampah, diskriminasi terhadap kelompok minoritas. Tak cuma itu, sejumlah liputan investigasi pun dengan dashyat membongkar kecurangan bertahun-tahun yang ada dalam diri organisasi seperti PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia), kemudian masalah pembalakan liar di Kalimantan, skandal perpajakan dan kisruh pengelolaan dana haji.

Kami sebagai pengelola acara Mochtar Lubis Award berharap bahwa liputan seperti ini akan terus muncul dan akan terus membekas dalam diri para pembaca, serta publik Indonesia pada umumnya. Dengan terbitnya buku ini kita merayakan prestasi tertinggi para wartawan di Indonesia, untuk menggugah dan memancing karya-karya terbaik jurnalis-jurnalis lain di masa selanjutnya.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para sponsor kegiatan ini: Danone Aqua, Indo Food, Yayasan Tifa, Kedutaan Besar Selandia Baru, kemudian para juri yang sudah terlibat dan para jurnalis yang telah mengirimkan karya-karya mereka untuk diseleksi. Kami juga tak lupa ingin mengucapkan terima kasih kepada Prof. Adnan Buyung Nasution, dan Prof. David T. Hill dari Murdoch University, Australia Barat, yang telah hadir pada malam puncak penganugrahan Mochtar Lubis Award 2011 lalu. Terima kasih juga kami haturkan kepada Rajawali Group, terutama Pak Christiantoko, yang telah mau mendukung penerbitan naskah ini. ***